Hiii, ini adalah
postingan pertama saya setelah ribuan hari tidak menyentuh blog ini. Mohon maaf
sebelumnya, sebab postingan terdahulu sudah tidak dapat ditemukan lagi di sini.
Saya merasa beberapa postingan terdahulu cukup alay untuk tetap menetap. Ya, kita
semua tahu jika ingin bergerak maju alangkah baik jika kenangan masa lalu tidak
banyak ikut campur dalam sejarah baru kehidupan kita. Kita juga tahu bahwa
tidak ada salahnya jika tetap menjadikan kenangan masa lalu sebagai sejarah,
toh itulah diri kita yang sebenarnya. Hal baik, hal buruk, hal setengah baik,
maupun setengah buruk yang pernah kita lewati adalah masa transisi kita. Tapi
setelah menimbang, saya memutuskan untuk menghapusnya dan akan menggantinya
dengan postingan-postingan baru yang saya harap dapat bermanfaat bagi saya
maupun pembaca. Cekidot!
Duh, tapi saya
bingung nih mau memulai dengan postingan apa saat ini. Ada ide? Atau saya mulai
dengan sedikit berpuisi ria saja ya? Yuk ah...
Pada Kelabu di Tengah
Jinggaku
Hai, ini kesekian
kalinya kulihat dirimu
Berdiri di tengah
jinggaku
Kau tahu betapa aku
menyukai jinggaku tapi
Kau seenaknya saja
berdiri di sana
Bagaimana mungkin aku
kan menyukaimu
Jika kau hanya
membuat pipiku basah
Aku tidak pernah
mengharapkan aku
Membencimu
Atau
Sekedar mengalihkan
pandanganku
Dari dirimu
Tapi
Kau yang
Memaksaku
Mejauhimu sebab kau
hanya membuat pipiku basah
Sesak dadaku
menatapmu, kelabu
Begitu sulit aku
mengertimu
Jangan buat aku
menerka arti dari setiap senyummu,
Meski kau tahu aku
pernah sungguh tersenyum untuk
Dan karenamu
Jangan buat aku
menerka arti dari tatapan kosongmu
Meski kau tahu aku
sungguh hanya melihatmu,
Lebih dari jinggaku
Jangan paksa aku
untuk menyukaimu, lagi
Sebab sendiri di sini
tidak senikmat
Aku menatap jinggaku
kini.
Kau begitu kelabu
hingga aku
Tak tahu apapun
Tentangmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar