3 November 2017

PROLOG




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


Hiii, ini adalah postingan pertama saya setelah ribuan hari tidak menyentuh blog ini. Mohon maaf sebelumnya, sebab postingan terdahulu sudah tidak dapat ditemukan lagi di sini. Saya merasa beberapa postingan terdahulu cukup alay untuk tetap menetap. Ya, kita semua tahu jika ingin bergerak maju alangkah baik jika kenangan masa lalu tidak banyak ikut campur dalam sejarah baru kehidupan kita. Kita juga tahu bahwa tidak ada salahnya jika tetap menjadikan kenangan masa lalu sebagai sejarah, toh itulah diri kita yang sebenarnya. Hal baik, hal buruk, hal setengah baik, maupun setengah buruk yang pernah kita lewati adalah masa transisi kita. Tapi setelah menimbang, saya memutuskan untuk menghapusnya dan akan menggantinya dengan postingan-postingan baru yang saya harap dapat bermanfaat bagi saya maupun pembaca. Cekidot!


Duh, tapi saya bingung nih mau memulai dengan postingan apa saat ini. Ada ide? Atau saya mulai dengan sedikit berpuisi ria saja ya? Yuk ah...


Pada Kelabu di Tengah Jinggaku

Hai, ini kesekian kalinya kulihat dirimu
Berdiri di tengah jinggaku
Kau tahu betapa aku menyukai jinggaku tapi
Kau seenaknya saja berdiri di sana
Bagaimana mungkin aku kan menyukaimu
Jika kau hanya membuat pipiku basah

Aku tidak pernah mengharapkan aku
Membencimu
Atau
Sekedar mengalihkan pandanganku
Dari dirimu
Tapi
Kau yang
Memaksaku
Mejauhimu sebab kau hanya membuat pipiku basah
Sesak dadaku menatapmu, kelabu
Begitu sulit aku mengertimu

Jangan buat aku menerka arti dari setiap senyummu,
Meski kau tahu aku pernah sungguh tersenyum untuk
Dan karenamu
Jangan buat aku menerka arti dari tatapan kosongmu
Meski kau tahu aku sungguh hanya melihatmu,
Lebih dari jinggaku
Jangan paksa aku untuk menyukaimu, lagi
Sebab sendiri di sini tidak senikmat
Aku menatap jinggaku kini.

Kau begitu kelabu hingga aku
Tak tahu apapun
Tentangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar