Ini foto saat beliau membacakan Suara Guru pada acara pelepasan siswa SMAN 21 Palembang, pada tahun 2016.
Ini foto beliau bersama istri, romantis yaaa?
Mendengarkan pertama kali puisi ini di bacakan oleh Ayahanda kami, oleh guru kami pada acara pelepasan siswa SMA N 21 Palembang pada tahun 2016 sungguh menggugah hati saya. Bagaimana tidak, beliau adalah benar-benar figur yang menjadi panutan kami, bagaimana menjadi seorang guru yang seharusnya. Mengenal beliau pada tahun 2009, bangga pernah di didik beliau, bangga menjadi murid beliau. Meski pertemuan itu hanya tiga tahun saja, namun apa yang beliau ajarkan tertanam dan teringat dalam hati, membumbung tinggi hingga sanubari. Beliau, meski pada masa pensiunnya tetap menjadi seseorang yang menginspirasi saya, menginspirasi setiap anak didiknya, menginspirasi kami. Beliau mengajarkan kami ilmu dunia, mengingatkan kami tentang akhirat, yang pasti menjadi tauladan bagi anak didiknya, bagi guru-guru lain dan calon-calon guru tentang bagaimana berlaku dengan hati, ikhlas tanpa pamrih tanpa mengurangi profesionalitas diri. Semoga apa yang Bapak ajarkan menjadi amal jariyah bagi Bapak. Aamiin, Allahuma aamiin. Terima kasih, atas semua jasamu, Ayahanda kami, Hermanto, S.Pd.
Penasaran sama puisi beliau? Ini nih sudah saya pinta dari beliau langsung melalui aplikasi Facebook, cekidot...
SUARA GURU
Karya:
Kepada pengabdi negeri
Mataram, 10111986
Suara guru adalah benih yang ditabur
kemudian menghambur
menghablur padat abstraksi amanat
mengkristal pecah serpih-serpih upaya:
Menganakkan bayi, bukan membayikan anak
Mendewasakan anak, bukan menganakkan dewasa
Mengembangkan undur, bukan mengundurkan kembang
Mematangkan mentah, bukan mementahkan matang
Menjernihkan keruh, bukan mengeruhkan jernih
Suara guru jangan menggema
membalik arah menikam jiwa yang menjala
Suara guru hendaknya kedap
mengendap dalam menyubur jiwa yang menjala
menumbuh kembang ujud upaya
cipta
rasa
karsa
terpadu dalam trimatra kehidupan.
Beliau juga berpesan dalam postingannya itu:
Semoga suara guru ini tertangkap oleh anak-anak didik bapak yang hendak meniti titian serupa sebagai generasi pelanjut yang amanah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar