Asap memaki napas
Jerebu menusuk mata
Suara pekikan rakyat
Terbungkam kekuasaan
Meraung tersandung
Mencicit mengemis pembebasan
Kemana birunya langit?
Entah, apakah langit juga berkabung?
Yang kulihat ia hanya berselimut
Putih
Perih
Pedih
Rakyat merakit harap
Pada penguasa dusta
Sia-sia
Manusia melahap asap
Hingga kantung napas tercekik
Terseok terjerumus
Pada gerbang tutup usia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar