Sekali kah? Dua? Tiga?
Ku rasa engkau lebih tau itu.
![]() |
Pun bagaimana rasanya, bagaimana caranya, bagaimana jalannya.
Bukankah itu berulang, lagi, dan lagi.
Berhentilah mencoba untuk mengiyakan setiap rasa yang sejatinya adalah salah.
Engkau tak pernah belajar, engkau harusnya belajar.
Bukan satu-dua kali saja ini terjadi.
Seharusnya engkau lebih paham bagaimana ini seharusnya terjadi. Tiap-tiap rasa yang menikammu, baik itu yang kau sebut suka, sayang, peduli, khawatir bukankah selalu berakhir pada kecewa? Ya, selalu seperti itu.
Engkau harusnya belajar, sejatinya yang harus engkau lakukan adalah bukan membesarkan "setitik rasa" yang kau anggap spesial sendiri. Cobalah persiapkan dirimu saja. Persiapkan bagaimana kelak jika ternyata ada yang lebih spesial datang padamu membawa "sejumlah rasa" yang lebih besar dari "setitik rasa" itu, yang kelak akan benar spesial bagi kalian.
Persiapkan dirimu saja. Usah berdrama dengan delusimu sendiri, usah sibuk dengan delusimu sendiri yang semakin membuatmu rapuh.
Usah sekali lagi mencoba pada orang-orang baru jika jalanmu salah. Persiapkan dirimu, perbaiki diri. Kelak Allah dengan segala Maha Penyayangnya menunjukkan tiap-tiap janjinya. Usah risau, percayalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar