Sahabat, berapa usiamu?
Ah! Ada yang bilang usia tidak menjamin kedewasaan seseorang.
Meski kini engkau masih merasa muda, ketahuilah tidak ada salahnya untuk beranjak dewasa, beranjak dari pikiran-pikiran muda. Perlahan, mari belajar memantapkan diri pada pikiran-pikiran yang logis, sedikit bermain perasaan.
Duh, bicara mengenai perasaan sungguh itu hal yang rumit bukan?
Seseharinya, kita tak bisa enyah sedetikpun memikirkan perasaan diri. Apalagi menyangkut perasaan dua insan.
Sahabat, benarkah engkau jatuh cinta?
Bahkan aku merona saat mendengar kabar itu. Tidak apa, tidak ada salahnya dengan jatuh cinta. Tapi memang, semakin usia bertambah ada segenap norma yang dulu tidak ku tahu dan kini baru kusadari dan sejatinya harus kita terapkan.
Dalam urusan cinta, sungguh ada sebuah cara nan betul pun benar. Tidak sembarang cara, tidak sembarang waktu, yang pasti tidak sembarang orang bisa mengungkapkannya dengan mudah.
Sahabat, bagiku sebuah rasa yang kita sebut cinta adalah sebuah perasaan suci yang mahal. Jika dengan mudahnya seseorang ungkapkan cintanya, seolah dia ingin hidup denganmu, namun sungguh dia tak berdaya mewujudkannya, bukankah benar itu hanya bualan. Segumpal fitrah yang dipenuhi napsu belaka. Bukankah dia hanya mengobral sesuatu yang kita sebut mahal tadi? Duh, bagaimana mungkin suatu benda yang mahal bisa jadi obral? Itu karena nilai benda tersebut turun, atau mungkin sedikit yang berminat padanya, bukan? Bukankah demikian?
Sahabat, sekali lagi aku ingin sampaikan bahwa cinta adalah fitrah manusia yang suci, lagi mahal. Jika ada orang dengan mudahnya mengungkapkan cinta, bukankah engkau tau seberapa nilai dari perasaannya itu?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar