Kepadamu, duhai pembuat rindu
Entah berapa banyak kata telah kusampaikan padamu
Bermakna sama, masih tentangmu.
Ini tak akan ada habisnya
Sebab bahkan jeda masih sama:
Kita dan ribuan mil spasi,
aku dan dirimu,
Langit dan lautan yang membiru
Dinding udara yang menyerbu,
Dingin.
Dalam jarak itu
Pun dalam dingin itu.
Aku berdiri pada tiap-tiap ketidakpastian
yang selalu aku yakini bahwa
engkau adalah kau, yang terlalu indah
untuk sekedar kurindu.
Sungguh aku hanya berdosa saat mengingatmu.
Maka pada tiap-tiap ketidakpastian yang selalu aku yakini,
Aku memberanikan diri, menyebutmu
dalam genggaman doaku.
Kelak sebab yakinku, engkau kan datang pada pangkuku,
duhai pembuat rindu.
